Gooolpuuut…!

2009 March 30
GOLPUT 

 

GOLPUT

Pemilu lagi – pemilu lagi…!. Rata – rata Ungkapan ini di keluarkan oleh warga menengah kebawah. Akibat dari pemimpin yang selalu mengiming – imingi janji bahwa akan membuat suatu perubahan, ternyata hasilnya nihil. Para warga menengah kebawah enggan mengikut sertakan dirinya dalam pemilu, bahkan sekali ikutpun paling memilih GOLPUT (Golongan Putih), selain itu ada juga yang pindah tempat tinggal atau meninggal dunia.  Memberikan Uang dan sembako strategi yang digunakan oleh para calon Legislatif/Presiden, agar para warga menengah kebawah mau memilih mereka.

Trend GOLPUT

Trend GOLPUT

Golput yang pada Pilpres 2004 mencapai 20 persen, diperkirakan meningkat sekitar 40 persen pada tahun 2009. Ini dipicu masyarakat yang sudah jenuh dengan pemilu sementara masyarakat tidak merasakan perbaikan secara signifikan. 

Saran :

1.    Jangan pernah golput, Golput hanya untuk orang-orang yang ingin perubahan terjadi, tetapi tidak take action. Perubahan akan muncul apabila partisipasi secara komunal dalam menentukan figur yang tepat. 

2.    Yang terpenting adalah, manfaatkan betul hak pilih suara kita sebaik-baiknya. Jangan asal coblos hanya karena janji-janji. Perhatikan betul latar belakang akhlaknya.

3.    Harapan untuk perubahan itu harus selalu ada dan kita harus turut serta mengusahakannya.

4.    Bagaimanapun golput juga merupakan hak asasi. Namun perlu disadari bahwa di saat pemilu itulah kita belajar untuk menghargai orang lain yang berbeda pendapat.

 

KATA ORANG BIJAK:

“Belajar untuk mendapatkan yang terbaik di antara terjelek atau dengan sinonim lain, memilih terburuk jadi yang terbaik”

 

 

 

3 Responses leave one →
  1. 2009 March 30
    dudung supriadi permalink

    Memang golput didak baik, tapi masalahnya adalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah:
    1. Kita sulit sekali memperoleh informasi mengenai latar belakang caleg, paling-paling foto-foto yang dipapang dipohon, dengan senyum dibuat-buat!, dengan foto jadul supaya kelihatan masih muda?

    2. Ada foto dari caleg muda dengan tema “Cerdas, Amanah, Capabel dll” darimana kita tahu, kalau dia “Cerdas, Amanah, Capabel, Profesional dll”?

    3. Ada foto caleg dari para politisi yang sedang manggung di berbagai tingkatan DPR/DPRD, tapi gak tahu tuh hasil kerjanya, yang sering kita lihat mereka senengnya pamer dengan memasang lambang DPR di plat nomor mobil yang ditumpanginya?

    4. Sulit nyari info tertulis dari caleg atau partai, yang memuat visi misi yang menjadi tujuannya, jadi sulit juga nagihnya janji-janjinya setelah mereka nanti nangkring di singgasana yang ditujunya!

    5. Jadi waara golput harus dihargai juga sebagai protes kecil dari warga yang masyarakat bangsa ini yang tidak berdaya! Atau kalu terpaksana harus nyontreng juga, paling-paling saya milih parpol lama yang anggota nya tidak pernah terlibat korupsi! Atau parpolnya juga anti korupsi! Atau paling tidak parpolnya tidak pernah melindungi angotanya yang KORUP!

  2. 2009 March 31
    Abdul Rahman permalink

    Terima kasih atas komentarnya. Tindakan saya sama dengan Point anda yang ke-5, tapi yg saya lihat para pemimpin kita sdah ada dobrakan yang cukup lumayan. Kendalanya adalah para keloco/bawahan inilah yg menjadi biang kerok permasalahan dinegara ini. Jika pemimpin kita bertindak tidak membedakan – bedakan jabatan, ras,/tidak pandang buluh, menurut saya pemimpin seperti itu tidak akan lama umur(alias dibunuh pembunuh bayaran). Jadi lebih baik kita merubah diri sendiri dulu, baru kita mencoba mengajak orang2 disekitar kita.

  3. 2009 May 24

    buat yang golput mungkin mereka kesal karena pilihannya itu2 saja,
    itu semua sudah diatur gan (intervensi asing serta kepentingan pribadi/golongan masih kental),
    perang bintang masih terjadi,
    mudah2an suatu saat bintang2 masa depan di didik u/ mencintai rakyat sehingga saat terpilih ia tidak seperti kacang lupa kulitnya, serta menjaga komitmenny u/ berpihak pada rakyat,
    sebagai rakyat kita butuh komitmen bersama “say no to money politics”, jangan memikirkan kesenangan sesaat dengan menerima 50ribu,karena “5 menit u/ 5 tahun”.
    sebenernya kita semua “bukan memilih” tapi “terpaksa untuk memilih”,
    terpaksa memilih yg terbaik diantara yg terburuk.

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS