Skip to content

Discussion Rangkaian Listrik

February 17, 2009
Discuss

Discuss

Selasa, 17 Februari 2009, 18.30 wib  Sepulang kuliah. Planing untuk kerja kelompok bersama teman kuliah (Arif, Aziz, Gofur, Citra, dan saya Rahman). Tadinya planing kerja kelompok itu bertempat dirumah Arif, tetapi berubah dan akhirnya ditempat saya bekerja. Untung Pak Hendi selaku penjaga gedung mengizinkan memakai tempat tersebut  untuk bekerja kelompok, saya ucapkan banyak terima kasih pada Pak Hendi. Kerja kelompok tersebut membahas tentang materi yang telah diberikan Pak Farid selaku Dosen Rangkaian Listrik I, yang temanya “Resistor”.

Saat pembagian tugas saya mendapat tugas membuat soal bersama Arif, saya amat senang mendapat tugas tersebut, karena yang tadinya saya tidak tahu menjadi tahu. Dan teman – teman saya yang lain bertugas menyusun makalah. Dalam proses pembuatan tugas tersebut suasana berenergi, semua saling membantu satu sama lain. Dibawah ini ringkasan makalah yang kami buat :

RESISTOR

Resistor

Resistor

Resistor adalah suatu hambatan listrik yang dipergunakan dalam rangkaian pesawat-pesawat elektronika. Resistor biasa disebut juga Weerstand. (bahasa Belanda).

Berdasarkan atas bahan pembuatannya, resistor dapat dibedakan sebagai berikut:

  • Resistor yang dibuat dari zat arang yang berupa bubuk, dicampur dengan bahan pelekat sehingga menjadi bubur. Kemudian dicetak dalam pipa isolator, disesuaikan dengan nilai hambatan yang dikehendaki. Pada kedua ujung pipa dipasang kawat penghantar setelah itu tutup dengan timah. Kemudian dicat dengan cat keras dengan diberi kode warna.
  • Resistor yang dibuat dari kawat nekelin yang digulungkan pada mermer atau kaca. Sebelumnya kawat nekelin dioksidasikan dulu.

Resistor arang mempunyai kemampuan dilalui daya listrik yang rendah (1/4 watt sampai 3 watt), sedangkan resistor nikelin mempunyai kemampuan dilalui daya listrik yang cukup besar sampai ratusan watt.

Karena sifat zat arang hambatan listriknya tidak stabil. Jika kena panas nilai hambatannya menurun, maka resistor perlu diberi toleransi.

A. Kegunaan Resistor.

Resistor banyak digunakan dalam pesawat-pesawat elektronik, misalnya :

1. Mempekecil arus listrik

2. Membagi tegangan listrik

3. Memperkecil atau memperbesar tegangan listrik

4. Pembagi arus pada rangkaian paralel

5. Sebagai pemikul beban (load resistance)

6. Pembangkit getaran rendah (audio RC oscillator)

B. Kode Warna

Pada Resistor biasanya memiliki 4 gelang warna, gelang pertama dan kedua menunjukkan angka, gelang ketiga adalah faktor kelipatan, sedangkan gelang ke empat menunjukkan toleransi hambatan. Pertengahan tahun 2006, perkembangan pada komponen Resistor terjadi pada jumlah gelang warna. Dengan komposisi: Gelang Pertama (Angka Pertama), Gelang Kedua (Angka Kedua), Gelang Ketiga (Angka Ketiga), Gelang Keempat (Multiplier) dan Gelang Kelima (Toleransi).

Berikut Gelang warna dimulai dari warna Hitam, Coklat, Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Ungu (violet), Abu-abu dan Putih.

Sedangkan untuk gelang toleransi hambatan adalah: Coklat 1%, Merah 2%, Hijau 0,5%, Biru 0,25%, Ungu 0,1%, Emas 5% dan Perak 10%. Kebanyakan gelang toleransi yang dipakai oleh umum adalah warna Emas, Perak dan Coklat.

Warna

Gelang Pertama

Gelang Kedua

Gelang Ketiga (multiplier)

Gelang ke Empat (toleransi)

Temp. Koefisien

Hitam

0

0

×100

Coklat

1

1

×101

±1% (F)

100 ppm

Merah

2

2

×102

±2% (G)

50 ppm

Jingga

3

3

×103

15 ppm

Kuning

4

4

×104

25 ppm

Hijau

5

5

×105

±0.5% (D)

Biru

6

6

×106

±0.25% (C)

Ungu

7

7

×107

±0.1% (B)

Abu-abu

8

8

×108

±0.05% (A)

Putih

9

9

×109

Emas

×0.1

±5% (J)

Perak

×0.01

±10% (K)

Polos

±20% (M)

C. Macam-macam Resistor

Macam-macam resistor tetap :
a. Metal Film Resistor
b. Metal Oxide Resistor
c. Carbon Film Resistor
d. Ceramic Encased Wirewound
e. Economy Wirewound
f. Zero Ohm Jumper Wire
g. S I P Resistor Network

Macam-macam resistor variabel :
a. Potensiometer :
1. Linier
2. Logaritmis
b. Trimer-Potensiometer
c. Thermister :
1. NTC ( Negative Temperature Coefisient )
2. PTC ( Positive Temperature Coefisient )
d. LDR
e. Vdr

KOMPONEN-KOMPONEN ELEKTRONIKA

1. Komponen Pasif

Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak memerlukan sumber tegangan atau sumber arus tersendiri.

Adapun yang termasuk komponen pasif antara lain :

1.1.RESISTOR

Resistor dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

Resistor tetap adalah resistor yang memiliki nilai hambatan yang tetap. Resistor

memiliki batas kemampuan daya misalnya : 1/16 watt, 1/8 watt, ¼ watt, ½ watt dsb.

Artinya resitor hanya dapat dioperasikan dengan daya maksimal sesuai dengan kemampuan dayanya.

Simbol Resistor Tetap :

Lambang

Lambang

Jenis

Jenis

Keterangan untuk 4 band :

– Gelang ke-1 dan ke- 2 menyatakan angka dari resistor tersebut.

– Gelang ke-3 menyatakan faktor pengali (banyaknya nol).

– Gelang ke-4 menyatakan toleransi.

Keterangan

Keterangan

Misalnya :

Resistor dengan warna : merah hitam kuning perak

Maka nilainya : 2 0 104 10%

Berarti nilai resistor tersebut adalah = 200.000 Ohm atau 200 Kohm dengan toleransi sebesar 10%.

Range hambatan resistor tersebut adalah

= 200.000 ± 10%

= 10% x 200.000 = 20.000 Ohm

= 200.000 – 20.000 sampai 200.000 + 20.000

= 180.000 sampai 220.000 Ohm.

1.1.2. Resistor yang Tidak Tetap (Variabel)

Ialah resistor yang nilai hambatannya atau resistansinya dapat diubah-ubah. Jenisnya antara lain : hambatan geser, trimpot dan potensiometer

Yang banyak digunakan ialah trimpot dan potensimeter.

a. Potensiometer

Resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah dengan memutar poros

yang telah tersedia. Potensiometer pada dasarnya sama dengan trimpot secara

fungsional.

Simbol Potensiometer :

Simbol

Simbol

Fisik

Fisik

b. Trimpot

Resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah dengan cara memutar

porosnya dengan menggunakan obeng. Untuk mengetahui nilai hambatan dari

suatu trimpot dapat dilihat dari angka yang tercantum pada badan trimpot

tersebut.

Simbol Trimpot :

Lambang

Lambang

HUBUNGAN HAMBATAN ARUS, DAYA, DAN TEGANGAN

1. Arus

Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya.

I = Q/T

Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya.

Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).

2. Hambatan

Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:

R = V/I atau

di mana V adalah tegangan dan I adalah arus.

Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R).

3. Tegangan

Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.

V= I .R

Satuan SI untuk Tegangan adalah volt (V).

4. Daya

Daya adalah berapa besar gaya yang dapat dilakukan dalam setiap waktu. Daya secara mekanik yang biasa digunakan di amerika adalah menggunakan horsepower. Daya listrik biasanya diberi satuan watt, dan bisa dihitung dengan persamaan P = IE. Daya listrik dihasilkan oleh tegangan dan arus. Horsepower dan watt adalah dua hal yang berbeda namun menjelaskan hal yang sama dalam menjelaskan persamaan fisika, dengan 1 horsepower setara dengan 747,5 watt.

Beberapa bentuk persamaan daya atau biasa disebut dengan hukum joule P = IE , namun dengan persamaan tersebut untuk rangkaian DC kita bisa menghasilkan beberapa persamaan lagi apabila disatukan dengan persamaan pada hukum ohm.

P =IE , hukum joule

E = IR , hukum ohm

Maka akan diperoleh persamaan sbb;

P = IE, apabila E dimasukkan ke persamaan maka akan menghasilkan P = I  I R, atau akan menjadi P = I2R,

Dan ketika pada hukum ohm apabila kita hanya mengetahui E dan R saja maka akan didapat persamaan. I = E/R, dan apa bila dimasukkan ke persamaan joule maka akan menjadi P = E/R.xE, atau sama dengan P = E2/R.

Maka akan didapatkan persamaan hasil gabungan antara persamaan joule dan ohm menjadi P = I2R ; P = IE ; P = E2/R , dan untuk daya dengan satuan watt biasa diberi symbol W

TUJUAN dari materi :

Menjelaskan dan mengetahui karakteristik dari setiap komponen elektronika baik yang ter masuk komponen pasif maupun komponen aktif.

Mengetahui cara menentukan atau menghitung besarnya nilai dari suatu jenis komponen elektronika.

3 Comments leave one →
  1. Anonymous permalink
    July 15, 2011 7:53 pm

    i heart you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: